Minggu, 21 Maret 2010

Pemanfaatan Biji Alpukat Sebagai Sumber Lemak Nabati pada Margarin

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini, 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih, dan sekurang-kurangnya 400 juta diantaranya mengalami obesitas. Pada tahun 2015, diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta di antaranya obesitas. Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia ≥ 15 tahun adalah 10,3% (laki-laki 13,9%, perempuan 23,8%). Sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak-anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-17 tahun(www.cybermed.cbn.net.id).
Melakukan perubahan kebiasaan sedentary (hanya duduk-duduk tanpa aktivitas fisik) yang akhir-akhir ini semakin luas seiring perkembangan ilmu dan teknologi, seperti televisi, komputer, internet, dan play station yang menyebabkan meningkatnya angka obesitas. Tak hanya itu, konsumsi makanan-makanan lezat tanpa memperhatikan kesehatan juga dapat menyumbang angka obesitas pada penduduk Indonesia. Salah satunya, margarin.
Kontroversi pengaruh margarin bagi kesehatan manusia mulai menghangat sejak tahun 90-an. Saat itu dilaporkan akan adanya hasil penelitian epidemiologis bahwa asam lemak bentuk trans dapat menyumbang angka obesitas pada penduduk Indonesia. Dikatakan bahwa asam lemak jenis ini dapat menaikkan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk) sama seperti halnya asam lemak jenuh. Bahkan yang memperburuk keadaan adalah asam lemak bentuk trans ini juga akan menurunkan HDL (koleterol baik) dan cenderung menaikkan lipoprotein aterogenik.
Di lain sisi, banyak kita jumpai di lingkungan sekitar ITS terutama daerah Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya pedagang es buah dan es jus. Jumlah penjual es buah ddan es juice adalah 28 orang. Mereka menggunakan berbagai macam jenis buah, salah satunya adalah alpukat (Perssea gratissima). Selanjutnya bagi mereka, biji alpukat menjadi jatah keranjang sampah.
Dari sini, penulis memiliki gagasan untuk memanfaatkan biji-biji alpukat tersebut daripada dibuang sia-sia. Gagasan tersebut adalah memanfaatkan biji-biji alpukat tersebut sebagai sumber nabati pada margarin yang lebih sedikit mengandung lemak dibanding margarin pada umumnya. Sehingga masyarakat tidak khawatir lagi untuk mengkonsumsi margarin.


1.2 Rumusan Masalah
Karya tulis ini akan berusaha menyingkap masalah gangguan kesehatan akibat konsumsi lemak yang terkandung dalam margarin. Beberapa pertanyaan yang akan dijadikan landasan dalam pembahasan tulisan ini antara lain :
a. Seperti apakah pengaruh lemak tak jenuh pada margarin olahan biji alpukat terhadap kesehatan manusia?
b. Apakah solusi yang tepat untuk mengatasi pengaruh lemak tak jenuh pada margarin terhadap gangguan kesehatan?
c. Apa saja manfaat dan dampak yang akan terjadi pada margarin olahan biji alpukat ?

1.3 Tujuan penulisan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui seperti apakah pengaruh lemak tak jenuh pada margarin olahan biji alpukat terhadap kesehatan manusia
d. Menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi pengaruh lemak tak jenuh pada margarin terhadap gangguan kesehatan
b. Mengetahui apa saja manfaat dan dampak yang akan terjadi dari pengolahan margarin olahan biji alpukat

1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang dapat dirasakan oleh beberapa golongan masyarakat antara lain :
a. Bagi masyarakat :
Hasil tulisan tentang inovasi penggunaan sumber lemak pada margarin ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang mengalami masalah obesitas , tidak lagi harus menghindari konsumsi margarin yang selama ini mengandung lemak tinggi.

b. Bagi pelaku Industri :
Hasil tulisan ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi pelaku industri tepatnya masyarakat daerah Gebang. Masyarakat di daerah tersebut banyak menyisakan biji alpukat. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi untuk memanfaatkanya menjadi salah satu sumber lemak nabati yang rendah akan lemak.
c . Bagi Perguruan Tinggi terkait :
Karya tulis ini juga merupakan bentuk pengabdian insan akademis dalam pembelajaran pemberdayaan masyarakat dalam wujud Tri Dharma perguruan Tinggi.



1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam gagasan ini adalah antara lain :
1. Pengajuan gagasan ini hanya bertolak pada sebuah pengembangan produksi makanan sehat dengan memanfaatkan penemuan pengolahan minyak dengan cara ekstraksi pada biji alpukat
2. Gagasan ini dikhususkan untuk daerah Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya sebagai daerah yang dekat daerah kampus ITS dan menyisakan banyak biji alpukat sebagai sampah organik














BAB II
GAGASAN

2.1 Kondisi Masyarakat terhadap Obesitas
Margarin adalah produk makanan yang dibuat dari minyak nabati, dengan bahan emulsi fase air yang berada dalam fase minyak (water in oil). (www.depkes.go.id)
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3541-1994), margarin adalah produk makanan berbentuk emulsi padat atau semi padat yang dibuat dari lemak nabati dan air, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan.
Pada margarin tidak dipersyaratkan adanya penambahan vitamin A dan D. Margarin merupakan produk makanan berbentuk emulsi campuran air di dalam minyak, yaitu sekitar 16 % air di dalam minimal 80% minyak atau lemak nabati. Fase lemak umumnya terdiri dari minyak nabati, yang sebagian telah dipadatkan agar diperoleh sifat plastis yang diinginkan pada produk akhir. Sedangkan kandungan protein dan karbohidrat lemak margarin sangat rendah, yaitu sekitar 0,4-0,8 gram per 100 gram. (www.depkes.go.id)
Margarin (mentega yang terbuat dari minyak nabati) mengandung lemak trans dalam kadar tinggi, maka konsumsi margarin dalam jumlah yang banyak sebagai pengganti minyak goreng untuk menumis tidak akan jauh berbeda efeknya dalam meningkatkan kolesterol dibandingkan dengan menggunakan minyak goreng pada umumnya (www.cybermed.cbn.net.id)
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas (Franklin dkk., 1985).
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas. Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Sedangkan pemanfaatan terhadap biji alpukat sendiri yang tergolong kurang untuk daerah Kelurahan Gebang Putih, padahal di dalamnya terdapat banyak kandungan gizi yang bermanfaat. Kandungan nutrisi dalam satu biji alpukat adalah sebagai berikut :
• 95 mg fosfor
• 23 mg kalsium
• 1,4 mg zat besi
• 9 mg sodium
• 1,3 mg potasium
• 8,6 mg niacin
• 660 I.U. Vitamin A
• 82 mg Vitamin C
Dalam biji alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker , obesitas atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh biji alpukat mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.(Rex dkk.,1993).

Dengan adanya banyak fakta tentang pengolahan minyak dari biji alpukat oleh laboratorium di Amerika (Microscale Organic Laboratory, 1955) dengan kandungan minyak nabati. Pengolahan ini menggunakan proses ekstraksi cair-cair kontinu dengan dua zat cair yang bercampur sebagian, yaitu N-heksena dan isopropanol. Proses kritis larutan, diharapkan proses ekstraksi dapat dikondisikan pada suhu di bawah suhu kritis (saat dua campuran yang bercampur sebagai terpisah secara sempurna ekstraksi ini dapat dioptimalkan melalui penentuan suhu kritis kedua pelarut melalui eksperimen “kelarutan dua zat cair yang bercampur sebagian”. Dengan ditetapkannya suhu) sehingga dapat diperoleh minyak biji alpukat yang terekstrak ke dalam kedua pelarut. Penemuan ini dapat dimanfaatkan sebagai minyak nabati (sumber lemak nabati) pada margarin. Margarin yang selama ini sumber lemak adalah lemak hewani.
Hal ini sendiri bertujuan untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap lemak jenuh yang jahat.

2.2 Solusi Awal Permasalahan
Obesitas atau yang sering disebut sebagai kelebihan berat badan membuat mayoritas masyarakat akan menjaga pola makan mereka. Hal ini yang dinamakan diet. Diet yang terkadang dilakukan akan sangat menyiksa diri sendiri karena kesalahan pola makan yang jauh berkurang dan tidak seimbang dengan porsi pekerjaan. Hal ini juga yang membuat tidak berhasilnya sebuah program diet karena makanan yang dikonsumsi pun tetap mengandung lemak jenuh atau lemak trans yang jahat terhadap tubuh manusia. Salah satu produk makanan tersebut adalah margarin.
Setelah itu, muncul konsep makanan organik yang populer di kalangan masyarakat terutama masyarakat perkotaan. Konsep inilah yang dapat diterapkan di sini. Konsep makanan sehat yang memanfaatkan sari-sari tumbuhan. Akan tetapi, harga yang dikeluarkan pun juga cukup mahal jadi tak bisa dinikmati oleh semua orang.
Sehinnga muncul gagasan memnafaatkan biji alpukat yang akan terbuang untuk dijadikan sebagai sumber lemak nabati pada margarin. Karena bahan baku yang mudah didapat, tentunya harganya pun tidak akan semahal makanan organik yang ada di pasaran selama ini serta sudah adanya penelitian yang dilakukan tentang minyak biji alpukat yang mengandung lemak nabati.
















2.3 Respon terhadap Margarin Biji Alpukat
Respon yang nantinya diharapkan setelah tersedinaya salah satu produk makanan sehat ini adalah masyarakat mau mengurangi konsumsinya terhadap maragarin yang beredar di pasaran selama ini. Karena menurut penelitian terhadap margarin memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Padahal banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkannya untuk membuat sajian lezat bagi anak-anak karena memiliki citarasa yang lebih gurih dan enak.
Kondisi ini sangat membantu penerapan konsep hidup sehat tanpa harus khawatir ketika menggunakan margarin dalam makanan mereka. Hal ini disebabkan kandungan lemak jahat margarin telah diganti dengan sumber lemak yang lebih sehat dan baik bagi kesehatan.
Selain itu, karena sebagai gagasan baru terhadap produk makanan sehat maka dapat dijadikan sebuah home industri lokal di daerah Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Home industri yang dapat mengurangi angka pengangguran di masyarakat.
Kondisi lingkungan yang akan terlihat lebih rapi ketika biji-biji alpukat tidak berserakan melainkan diambil dan siolah kembali menjadi produk makanan yang nantinya dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini beralasan karena pemerintah sedang getol-getolnya melakukan recycle atau daur ulang terhadap sampah organik mupun anorganik. Sehingga volum sampah di Surabaya sendiri sedikit demi sedikit dapat berkurang.
2.4 Pihak-pihak yang Berkontribusi
Pihak-pihak yang nantinya berperan agar gagasan ini benar-benar dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat adalah :
1. Mahasiswa
Sebagai manuasia dengan intelektualitasnya, mahasiswa di sini dapat menuangkannya dalam karya tulis atau PKM-P dan PKM-K. Pada PKM-P (Penelitian) karena pemanfaatan biji alpukat untuk diambil minyak nabati dalam margarin membutuhkan penelitian lebih lanjut atau bahkan ada inovasi yang lebih baru. Sehingga, dengan adanya bantuan mahasiswa dalam penelitian akan lebih meyakinkan masyarakat ke depannya. Sedangkan untuk PKM-K (Kewirausahaanb) membantu penerapan konsep dalam pengadaan usaha kecil dan menengah untuk home industri pengolahan margarin dengan minyak nabati dari biji alpukat yang tak terpakai dari penjual es buah.
2. Masyarakat daerah Kelurahan Gebang Putih
Target utama dari gagasan ini adalah masyarakat Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Hal ini disebabkan lokasi utama pengolahan limbah organik biji alpukat adalah di daerah tersebut. Sehingga partisipasi dari masyarakat sangat dibutuhkan. Dari pengumpulan bahan baku sampai pemasaran yang dilakukan sendiri oleh mereka.
3. LSM dalam UKM (Usaha Kecil Menengah)
LSM yang bergerak membantu masyarakat dalam pelaksanaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga ikut berpartisipasi dalam perwujudan gagasan ini. Hal ini disebabkan kondisi masyarakat yang belum memiliki suatu usaha yang berbasis satu kelurahan dan terkoordinasi oleh suatu badan resmi.

2.5 Langkah Strategis Pengimplementasian Gagasan
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan mengenai pemanfaatan biji alpukat sebagai sumber lemak nabati pada margarin adalah :



Bagi para penjual es buah dan es juice, alpukat yang sudah dikeruk isinya hanya akan memenuhi tumpukan sampah bagi mereka. Namun di lain sisi, biji alpukat tidak harus dibuang sia-sia. Banyak cara untuk memanfaatkannya.

Langkah pertama yaitu menciptakan home industri di daerah Kelurahan Gebang Putih. Home industri ini berfungsi sebagai suatu wadah yang akan mengkoordinasi kegiatan pengolahan dan pemanfaatan biji alpukat yang akan diolah sebagai margarin rendah lemak.

Langkah kedua, pemanfaatan biji alpukat yang banyak di buang sia-sia dalam tumpukan sampah oleh para penjual es buah dan es juice di daerah kelurahan Gebang, dapat kita pisahkan dari sampah lainnya. Pemisahan ini untuk mempermudah pengolahan selanjutnya untuk dimanfaatkan sebagai pengganti sumber lemak nabati pada margarin. Selanjutnya, biji-biji alpukat tersebut dikumpulkan untuk bisa diolah lebih lanjut.
Langkah ketiga, dengan pemanfaatan kandungan-kandungan yang terdapat pada biji alpukat, dapat dihasilkan lemak tak jenuh dari biji alpukat, untuk selanjutnya dapat kita gunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan margarin. Dimana proses untuk mendapatkan lemak tersebut adalah dengan proses ekstraksi minyak biji alpukat dengan ekstraksi cair-cair kontinu.
Langkah keempat, lemak yang dihasilkan dari biji alpukat tersebut dapat kita gunakan sebagai sumber lemak nabati pada margarin.Yang tentunya aman bagi kesehatan, dan mengurangi angka obesitas pada masyakat. Penggantian sumber lemak pada margarin selain membantu mengurangi angka obesitas pada masyarakat juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat daerah KelurahanGebang Putih pada khususnya.
Selanjutnya, margarin dengan sumber lemak dari biji alpukat siap untuk dipasarkan dengan cara mulut ke mulut (multi level marketing) sebagai langkah awal pemasaran produk baru ini. Karena masih sebagai produk baru, jadi dibutuhkan kepercayaan masyarakat agar nantinya pemasaran produk ini semakin berkembang.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan gagasan di atas adalah antara lain sebagai berikut :
1. Gagasan untuk mengurangi kandungan lemak pada margarin yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah mengganti sumber lemak hewani menjadi lemak nabati dari biji alpukat sehingga dapat mengurangi kadar kolesterol jahat bagi kesehatan manusia. Kandungan lemak tak jenuh yang terkandung pada margarin dapat memberikan efek samping pada konsumennya, diantaranya selain menyebabkan kolesterol yang dapat mengundang jantung lemah, juga dapat menyebabkan obesitas yang jelas banyak terdapat tumpukan lemak dalam tubuh seseorang. Kandungan lemak pada biji alpukat (Perssea gratissima) dapat kita manfaatkan sebagai sumber pengganti lemak pada margarin yang pada konsumennya akan menjauhkan obesitas dari mereka. Sedangkan, teknik yang akan digunakan dalam pengimlementasian gagasan ini adalah menciptakan sebuah home industri lokal di Kelurahan Gebang Putih dengan kerjasama antarwarga, mahasiswa, LSM, dan pemerintah setempat yang bertanggungjawab.
2. Solusi yang tergolong mudah didapat dan murah(ekonomis) dapat dirasakan oleh masyarakat yang tergolong dalam masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Karena bahan baku yang utama yaitu biji alpukat, hanya tinggal mengumpulkan dan emgeluarkan sedikit biaya. Maka, pada akhirnya pun harga produksi ini juga sangat murah untuk didapat. Oleh karena itu, gagasan ini diharapkan dapat diemplementasikan secara maksimal di lingkungan Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
3. Manfaat yang nantinya dapat diambil adalah adanya sebuah inovasi produk makanan sehat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan menghindari penggunaan margarin pada masakan mereka, sebuah lapangan kerja baru bagi para penggangguran di daera Gebang Putih khususnya, serta membantu membantu menciptakan daerah yang bersih dari sampah organik dengan penerapan konsep re-use dan recycle. Selain itu, penyediaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang penggangguran sehingga dapat memanfaatkan tenaga manusia yang ada untuk mengolah margarin olahan biji alpukat ini.

3.2 Saran
Saran yang dapat diberikan dari adanya gagasan ini adalah antara lain sebagai berikut :
1. Saran yang dapat penulis berikan adalah dengan adanya gagasan tertulis ini diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk mengkonsumsi margarin untuk menghindari kadar lemak yang tinggi.
2. Denga adanya gagasan tertulis ini para pelaku dunia Industri dapat menjadikan sebagai produk makanan baru.
3. Pemanfaatan biji Alpukat ini diharapkan dapat mendorong para penjual es buah dan es jus untuk lebih kreatif memanfaatkan biji alpukat.





DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1994. SNI 01-3541-1994. Jakarta
2. Gardner,Franklin.P,dkk. 1985. Fisiologi Tanaman Budidaya .Jakarta : Universitas Indonesia.
3. Microscale Organic Laboratory. 1955. Plant Physichology in Relation to Hurticulture. Westport,Conn.: AVI
4. Montgomery, Rex et all. 1993. Biokimia Jilid I. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
5. www.cybermed.cbn.net.id. Diakses tanggal 23 November 2009
6. www.depkes.go.id. Diakses tanggal 23 November 2009
7. www.wikipedia.org. Diakses tanggal 23 November 2009

New Entry

Gak disangka-sangka paz semester 2 ini, banyak hal baru yang aku pun sendiri gak nyangka bakal dapet and ngelakuinnya..

Hal pertama adalah ketika aku dan temanku Eka Prasetya Ningtyas memutuskan untuk ikut PKM-GT. Awalnya sich muuuaaales banget, tapi gara-gara tanggal yang aku lupa tanggalnya, pokoknya pas ada acara NAMT yang guest star Danang Ambar Prabowo "Pembuat Jejak" sekaligus mawapres nasional 2007 dan Seorang Juara Mawapres 2009. Kedatangan mereka sungguh ngasih motivasi banget buat aku, apalagi kalo ngeliat video yang kak Ambar buat.hihihihi.... merinding euy.. Dari situlah aku mulai bersemangat untuk nulis PKM-GTTak disangka pada saat ikut kompetisi PKM-GT tingkat fakultas, judul PKM kami menjadi salah satu yang favorit bersama judul yang dibawa oleh maz Dhanar (senior sipil 2008). Dari situ kami tambah semangat....

Hal kedua yang ngebuat aku sendiri gak nyangka bakal diajak temenku, Yella Luxcanta, untuk menjadi anggota tim basket sipil dalam Olimpiade FTSP. HAAAAA!!!! Is it real??? PAdahal aku gak punya dasar apapun tentang yang namanya basket. Untumg Yella, Agnis, Dhini, Monica, Bebby dan tentunya Coach kami Maz Anzhari Eza Putra(senior sipil 2007) yang biasa kami panggil dengan Mas Eza ngebantu aku banget juga mas Mario (asisten coach) untuk latihan dan gak terlalu minder. Hhehehe.... Tanding pertama melawan Geomatika, kami menang dengan skor 6-0. Dilanjutkan satu minggu kemudian, babak final melawan Arsi. Kami kalah jauh, secara ada mbak Adibah yang notabene pemain senior. kami kalah dengan skor 5-11. Tapi ya gak apa-apa lah.. Kami dah berusaha. Especially, thanx coach Eza.. ^_^

Hal ketiga adalah keikut sertaan saya dalam voli,, hahahaha... GEJE ne bener. Walaupun aku sering banget nonton pertandingan volly tapi aku gak bisa volly sama sekali. Untuk serve ajah, kalo masuk lapangan dengan baik, wez Alhamdulillah banget. Tapi sayangnya kami kalah dari Planologi dengan 2 set pertandingan langsung. Huhuhuhuhuhuhu,,,

Yang terpenting dari semua itu, lakukan dengan ikhlas lillahi ta'ala dan berjuang demi nama baik jurusanku Teknik Sipil ITS

Wise Words for Today

What you can do now, DO!!!